/** * Theme Header Section for our theme. * * Displays all of the section and everything up till
* * @package ThemeGrill * @subpackage ColorMag * @since ColorMag 1.0 */ // Exit if accessed directly. if ( ! defined( 'ABSPATH' ) ) { exit; } ?> Mencerminkan Nilai-Nilai Agama: Unissula Angkat Ken Sudarti Menjadi Guru Besar - LDII Sumedang

Mencerminkan Nilai-Nilai Agama: Unissula Angkat Ken Sudarti Menjadi Guru Besar

Satu Lagi Warga LDII Semarang Jadi Guru Besar, Ken Sudarti

Semarang (20/12). Rektor Unissula Prof Gunarto secara resmi mengukuhkan dua guru besar baru di Fakultas Ekonomi (FE), pada Selasa (20/12). Kedua guru besar tersebut adalah Widiyanto dan Ken Sudarti yang merupakan guru besar ke-9 dan ke-10 Fakultas Ekonomi serta guru besar ke-26 dan ke-27 di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang secara keseluruhan.

Dalam sambutannya, Gunarto mengatakan penambahan guru besar diharapkan dapat mempercepat target 100 guru besar pada tahun 2027 di Unissula Semarang. “Kami berharap dapat memiliki setidaknya 18 guru besar baru setiap tahunnya,” jelasnya.

Surat Keputusan (SK) Ken Sudarti sebagai guru besar bidang ilmu manajemen ditandatangani Mendikbud, dan diserahkan pada 9 November 2022 oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah VI Bhimo Widyo Andoko. Saat pengukuhan, Ken Sudarti menyampaikan Kuliah Ilmiah bertajuk “Co-creation of Religius Value: Metode Memanfaatkan Peran “People” untuk Mencapai Kinerja Pemasaran Layanan Unggul”.

Penelitiannya terkait peran “people” atau frontliners dalam proses delivering value di industri jasa berbasis religi, bermula dari keprihatinannya terhadap perkembangan salah satu industri jasa yaitu asuransi syariah yang belum optimal.

“Hal ini sangat disayangkan mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Bagi seorang muslim, mengkonsumsi layanan halal wajib hukumnya. Memprioritaskan kebahagiaan dunia dengan ukuran materiil ketika memilih jasa asuransi dan mengabaikan kebahagiaan akhirat seharusnya tidak terjadi,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, data menunjukkan, bahwa asuransi konvensional masih menjadi pertimbangan ketika memilih produk asuransi. “Gap ini terjadi diduga karena asuransi syariah belum optimal dalam memberikan service value. Dan bagian dari organisasi yang paling dekat terkait delivering value adalah salesman,” tambahnya.

Oleh karena itu, studi tentang bagaimana meningkatkan kapabilitas salesman dalam proses delivering value masih menarik untuk dilakukan. Religious values yang melekat pada produk syariah seharusnya melekat dan tercermin pada diri salesman di setiap tahapan input, proses dan output terkait delivering value.

“Jika hal ini dapat diwujudkan, maka keunikan yang melekat pada salesman akan menjadi basis diferensiasi yang unik dan tidak mudah ditiru untuk menciptakan kinerja pemasaran jasa unggul,” ungkapnya.

Ken Sudarti yang juga warga LDII Semarang itu mengatakan, untuk mencapai kinerja unggul, organisasi harus memiliki keunggulan bersaing berkelanjutan. Pernyataan ini sesuai dengan pandangan Resource Based View Theory yang dikemukakan oleh (Barney & Wright, 1998).

Teori ini, lanjutnya, mendalilkan bahwa organisasi dikatakan memiliki keunggulan kompetitif berkelanjutan, ketika memiliki sumberdaya bernilai, unik, langka dan tidak mudah ditiru. Keunggulan bersaing berkelanjutan dapat dan harus dimiliki oleh semua jenis perusahaan termasuk perusahaan jasa.

“Akan tetapi keunikan nilai sumberdaya yang dikemukakan Barney masih berujung pada keunggulan duniawi, dan belum mempertimbangkan nilai agama sebagai sumberdaya terbaik menuju keselamatan dunia akhirat,” paparnya.

Menurutnya, Value co-creation yang bernilai religius adalah penciptaan nilai yang berkaitan dengan nilai-nilai agama. Religious Value co-Creation (RVCC) adalah kreasi nilai yang holistik. Nilai yang diperoleh dari agama berkaitan dengan komitmen keagamaannya. Komitmen religius menunjukkan sejauh mana seseorang meyakini nilai-nilai agamanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai agama dijadikan pisau analisis dalam konsep RVCC berdasarkan pemikiran bahwa agama menentukan cara manusia dalam memahami tujuan hidup dan tanggungjawab terhadap diri sendiri, orang lain dan Tuhan,” ungkapnya.

Untuk organisasi yang menawarkan produk dengan basis religi, diferensiasi ini mendesak untuk diciptakan. “Jika tidak, maka kata-kata “syariah” yang seharusnya menjadi nilai diri dan nilai organisasi, hanya selesai pada tataran labeling saja,” ungkap Ken Sudarti.

Di akhir pidatonya, wanita kelahiran Semarang itu menyampaikan rasa syukurnya kepada orangtua yaitu Masrum Wiryoputranto dan Sularti (alm) serta Sri Suhartiti yang telah berjuang, mendidik dan mendoakannya, “Sehingga saya menjadi manusia yang berguna bagi umat,” urainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Theme Footer Section for our theme. * * Displays all of the footer section and closing of the #main div. * * @package ThemeGrill * @subpackage ColorMag * @since ColorMag 1.0 */ // Exit if accessed directly. if ( ! defined( 'ABSPATH' ) ) { exit; } /** * Functions hooked into colormag_action_after_inner_content action. * * @hooked colormag_main_section_inner_end - 10 */ do_action( 'colormag_action_after_inner_content' ); /** * Functions hooked into colormag_action_after_content action. * * @hooked colormag_main_section_end - 10 * @hooked colormag_advertisement_above_footer_sidebar - 15 */ do_action( 'colormag_action_after_content' ); /** * Hook: colormag_before_footer. */ do_action( 'colormag_before_footer' ); /** * Functions hooked into colormag_action_before_footer action. * * @hooked colormag_footer_start - 10 * @hooked colormag_footer_sidebar - 15 */ do_action( 'colormag_action_before_footer' ); /** * Functions hooked into colormag_action_before_inner_footer action. * * @hooked colormag_footer_socket_inner_wrapper_start - 10 */ do_action( 'colormag_action_before_inner_footer' ); /** * Functions hooked into colormag_action_footer action. * * @hooked colormag_footer_socket_area_start - 10 * @hooked colormag_footer_socket_right_section - 15 * @hooked colormag_footer_socket_left_section - 20 * @hooked colormag_footer_socket_area_end - 25 */ do_action( 'colormag_action_footer' ); /** * Functions hooked into colormag_action_after_inner_footer action. * * @hooked colormag_footer_socket_inner_wrapper_end - 10 */ do_action( 'colormag_action_after_inner_footer' ); /** * Functions hooked into colormag_action_after_footer action. * * @hooked colormag_footer_end - 10 * @hooked colormag_scroll_top_button - 15 */ do_action( 'colormag_action_after_footer' ); /** * Functions hooked into colormag_action_after action. * * @hooked colormag_page_end - 10 */ do_action( 'colormag_action_after' ); wp_footer(); ?>